Para Shahabat Rasulullah Sholallohu’alaihi wa Sallam


0045Mencintai Sahabat Nabi saw

Sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi Sholallohu’alaihi wa Sallam di dalam keadaan mu’min dan meninggal di dalam keimanan. Maka bagi yang murtad dan meninggal di atas kemurtadan batal sebutannya sebagai sahabat. Bagi yang bertaubat dan kembali kepada Islam, menurut pendapat yang lebih benar kembali pula disebut sebagai sahabat. Bagi yang menyatakan keislaman dan menyimpan kekufuran seperti orang munafik, maka dia bukan termasuk sahabat. Allah dan Rasul-Nya telah menjamin terungkapnya kemunafikan mereka.

Sifat dan Kedudukan Sahabat Rasulullah
Allah swt telah menginformasikan kepada kita bahwa sahabat Rasulullah saw memiliki sifat dan kedudukan yang mulia, di antaranya: Termasuk umat Islam yang adil dan pilihan (Qs. 2: 143); Sebagai umat terbaik yang senantiasa beramar ma’ruf nahi munkar (Qs. 3: 110); Memiliki karakter berkasih sayang terhadap orang beriman dan keras terhadap orang kafir, ruku’ dan sujud hanya mencari karunia dan keridhaan Allah Ta’ala. Dan hal ini digambarkan pula di dalam kitab-kitab sebelum Al Qur’an (Qs. 48: 29); Mereka termasuk orang-orang yang telah mendapat jaminan diampuni kesalahannya oleh Allah Ta’ala (Qs. 9: 117); Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat predikat ridwanullah ‘alaihim ajma’in (telah diridhai oleh Allah Ta’ala) (Qs. 9:100/ 48: 18-19); Secara umum merekalah orang-orang yang dijamin masuk Surga dan di antara mereka ada 10 orang yang dijamin sebagai ahli surga (Qs. 56: 10-14) dan lain-lain ayat yang begitu banyak menggambarkan tentang sifat dan kedudukan sahabat.

Rasulullah saw pun telah bersabda tentang kedudukan para sahabat, yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah pada abadku, kemudian abad sesudahnya kemudian abad sesudah itu.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dll).

Sikap Bagi Generasi Setelah Sahabat
Sebagai generasi yang sanggup mawas diri, maka layak kiranya kita perhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini, yang artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (sesudah muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a, “Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang-orang beriman; Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Qs. 59: 10)

Di samping selalu berdo’a seperti digambarkan ayat di atas, maka kita seharusnya berusaha dengan sepenuh daya yang ada untuk menempuh cara/ manhaj/jalan/metodologi yang telah ditempuh sahabat di dalam beragama dan inilah hakikat mencintai mereka. Jika tidak demikian berarti kita akan tergolong ke dalam lingkaran ahlul bid’ah wal furqah, lawan dari ahlus sunnah wal jama’ah. Mari kita perhatikan firman Allah Ta’ala, artinya: “Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang beriman (mu’min). Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan Kami masukkan ke dalam Jahannam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. 4:1I5).

Sifat dan kedudukan sahabat yang mulia seperti digambarkan di dalam firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah saw di atas, membuat kita paham dan menyadari bahwa tidak layak bagi kita yang mengaku muslim, justru bersikap menentang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, yakni dengan tidak mendo’akan para sahabat; membiarkan hati berpenyakit/ dengki; tidak mengikuti manhaj para sahabat di dalam beragama; bahkan membenci dan mencaci sahabat (kita berlindung kepada Allah Ta’ala atas perilaku setan tersebut). Hal itu semua (bersikap negatif terhadap sahabat) adalah terlarang. Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah.

Larangan mencaci sahabat telah jelas, kita layak mematuhinya, kecuali bagi mereka yang memiliki penyakit hati yang sulit diobati, dan membuat pelakunya melesat lepas dari Islam, seperti golongan Rafidhah/Syi’ah. Wallahu a’lam.

 

Sumber: Kumpulan artikel Majalah Marwah Indo Media

sedkah-untuk-ayah-bunda

About Priana Saputra

Perkenalkan Saya "Priana Saputra". Terimakasih saya ucapkan bagi sobat sekalian yang berkenan mampir ke blog sederhana ini. Harapannya, semoga apa yang saya posting dapat memberikan manfaat bagi siapapun. Jika ada yang ditanyakan atau masukkan yang sekiranya membangun, jangan sungkan untuk di sampaikan baik lewat kotak komentar maupun via FB saya. Terimakaih...
This entry was posted in Tutorial. Bookmark the permalink.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s