KEMURNIAN TAUHID


y

Di tengah-tengah keterpurukan ummat pada zaman ini, setelah runtuhnya khilafah Utsmaniyah, muncullah secercah cahaya berupa tum-buhnya kesadaran putra-putra Islam untuk bangkit, dengan begitu tentu sangat memberikan harapan yang besar bagi kebangkitan total ummat di masa yang akan datang. Hal ini dapat dilihat banyak-nya gerakan-gerakan Islam yang tumbuh untuk berusaha membangkitkan ummat dari keterpurukannya meskipun banyak sekali kelemahannya terutama pada titik dasar pondasi tauhid, karena memang ketika jatuhnya kekhilafahan ummat dalam keadaan terpuruk ruhaniahnya. Penyimpangan telah terlalu jauh dan kesyirikan merajalela di mana-mana. Dengan demikian tidak heran jika bebe-rapa penyeru dan organisasi kebangkitan masih banyak yang harus dipertanyakan.

Sudah menjadi logika yang dapat diterima oleh akal semua orang, bahwa-sanya untuk mendapatkan solusi tepat bagi suatu permasalahan, seseorang harus terlebih dahulu mengetahui sebab terbesar atau ibunya sebab yang dapat melahirkan sebab-sebab yang lain. Se-hingga ketika ibu berbagai sebab telah terselesaikan, maka sebab-sebab yang lain-nya akan terselesaikan.

Bahwa sebab terbesar dari semua keterpurukan adalah keterpurukan ru-hani, keluarnya manusia dari rel sirotul-mustaqim. Dan tauhid adalah rambu utama dari rambu-rambu sirotulmus-taqim, dia adalah landasan segalanya, jika benar maka benarlah seluruhnya dan jika cacat maka cacatlah seluruhnya. Tauhid adalah yang pertama dan yang terakhir. Nabi Muhammad sholAlloh subhanahu wa ta’alau ‘alaihi wa sallam  pun me-mulai da’wahnya bukan dengan da’wah sosial, kendatipun gelar al Amin telah tersemat dalam diri Beliau, sehingga mungkin dengan da’wah sosial, ma-nusia akan langsung berbondong-bon-dong masuk Islam. Namun tidak, justru Beliau sholAlloh subhanahu wa ta’alau ‘alaihi wa sallam  memilih jalan da’wah tauhid, inilah landasan agung untuk semua ke-suksesan.

Tauhid adalah mengesakan Alloh subhanahu wa ta’ala dalam rububiyah-Nya, yaitu dalam per-buatan-perbuatan ketuhanan-Nya, mengesakan dan memuliakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta mengesa-kan Alloh subhanahu wa ta’ala pada hak-hak-Nya sebagai Ilah (Tuhan) untuk seluruh alam.

Para Rosul Menda’wahkan Tauhid

Alloh subhanahu wa ta’ala  berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami telah me-ngutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Alloh subhanahu wa ta’ala (saja), dan jauhilah Thaghut…” [QS. an-Nahl: 36]

Risalah para rasul semua tegak di atas dua kaidah agung dan dua pokok pangkal yang besar, yaitu:‘Sembahlah Alloh subhanahu wa ta’ala saja’ dan ‘Jauhilah Thagut’. Kaidah ‘Sembahlah Alloh subhanahu wa ta’ala saja’ adalah: Realisasi tauhid dan aqidah yang lurus, ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala  serta ittiba’ (mengikuti) syariat-Nya, sedangkan kaidah ‘Jauhilah Thagut’ adalah: Menjauhi hawa nafsu, perpecahan, bid’ah, dan apa saja yang membawa kepada kesyirikan, kekufuran, kezhaliman, kefasikan dan berpalingnya dari dienullah.

Maka semua da’wah yang tidak me-nancapkan tujuan akhir dan manhajnya di atas dua pokok pangkal ini adalah da’wah yang menyelisihi manhaj para rasul dan tidak sempurna (cacat), serta tidak akan ada buah yang dapat diharap-kan.

Siapa yang berbuat syirik dan mening-galkan tauhid, maka akan terpuruk kekal di neraka.

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh subhanahu wa ta’ala, maka pasti Alloh subhanahu wa ta’ala  mengharam-kan atasnya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zolim itu seorang penolong pun.” [QS. al-Ma’idah (5): 72]

Saudaraku kaum muslimin…

Bagaimana mungkin jiwa-jiwa yang telah terjatuh ke dalam keterpurukan syirik yang menjadi lawan dari tauhid, sampai menganggap pemujaan dan per-ibadatan kepada kuburan-kuburan, pohon-pohon, benda-benda mati yang dikeramatkan, bahkan sampai meng-agung-agungkan kerbau dan mempe-rebutkan kotorannya dapat membang-kitkan ummat ini!. Maka jelas sekali, tidak mungkin terwujud kebangkitan ummat secara total, sebelum bangkitnya jiwa-jiwa yang terpuruk dari kesyirikan menuju tauhid.

Saudaraku kaum muslimin…

Tidak ada solusi kecuali dengan mengikuti orang-orang terdahulu yang sholeh dalam merubah, memperbaiki dan membangkitkan ummat dari keter-purukan. Sebagaimana kaidah yang di-buat oleh Imam Malik rahimahulloh.

لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُاَ

“Tidaklah akan baik akhir ummat ini kecuali mereka mengikuti baiknya awal ummat ini”

Sumber: Hasmi. org.

About Priana Saputra

Perkenalkan Saya "Priana Saputra". Terimakasih saya ucapkan bagi sobat sekalian yang berkenan mampir ke blog sederhana ini. Harapannya, semoga apa yang saya posting dapat memberikan manfaat bagi siapapun. Jika ada yang ditanyakan atau masukkan yang sekiranya membangun, jangan sungkan untuk di sampaikan baik lewat kotak komentar maupun via FB saya. Terimakaih...
Gallery | This entry was posted in Aqidah and tagged , . Bookmark the permalink.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s