Siapa Bilang Pacaran Haram?


Sahabat muda banyak sekali kita dengar banyak orang-orang dewasa yang memberikan nasehatnya kepada para kaula muda terkhusus dizaman yang serba maju saat ini terkait TIDAK BOLEH PACARAN karena pacaran itu Haram dalam pandangan ISLAM. Pastilah seorang pemuda tidak akan begitu saja menerima nasehat yang mereka berikan terlebih ia sudah terlanjur menjalin hubungan dengan teman sebayanya. Kata-kata dan beberapa dalil pun keluar dari para orang dewasa untuk mempertahankan klaim yang seakan mengekang kebebasan berekspresi terlebih masa muda adalah masa dimana orang-orang bebas untuk menikmati hidup dan kesenangan dunia yang sangat rugi orang yang akan menghabiskannya tanpa pengalaman yang mengesankan. Lantas benarkah PACARAN dilarang oleh agama Islam? Semoga temen-temen sekalian dapat setuju dengan yang akan saya sampaikan.

Sebelum kita masuk pada inti pembahasan, mari kita telaah terlebih dahulu “Apa itu Pacaran”? Pacaran bisa dibilang sebuah hubungan pertemanan antara dua insan yang lebih dari sekedar teman biasa. Orang yang terkena virus ini akan merasa sangat terkait seakan tidak ada masalah paling besar yang mesti di dahulukan untuk dipikirkan kecuali tentang pasangannya (begitu kata temen yang pernah merasakannya, hehe). Kalo ada dua orang yang berpacaran, biasanya kalo mereka tidak dilanjutkan ke tahap yang lebih serius, maka akan ada istilah “PUTUS” atau pisahan dalam ikatan berpacaran. Kalo udah ada kata “PUTUS”, wah seorang pemuda/pemudi bisa nggak nafsu makan sama ga bisa tidur semingguan gara-gara perasaan sakit di dadanya. (katanya)

Lantas bagaimana pandangan agama perihal hal-hal yang terkait dengan Pacaran?

Kalo kita sudah membahas tentang pacaran, pasti tidak akan terlepas dari dua orang insan lawan jenis, pemuda-pemudi yang bukan mahrom, berdua-duaan setiap saat bahkan samapi tak kenal waktu hingga lupa pelajaran dan kerjaan bahkan lupa untuk menjalankan perintah-perintah agama dan lupa untuk menjauhi larangannya. Orang akan lupa bahwa Alloh Subhanahuwata’ala memerintahkan setiap pemuda/pemudi untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis yang bukan mahromnya terlebih jika menimbulkan fitnah yang dapat menjerumuskannya kedalam kehinaan di dunia dan azab di akhirat. Alloh Subhanahuwata’ala berfirman dalam al-Qur’an yang artinya:

Katakanlah (Muhammad) kepada laki-laki yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…” (An-Nur ayat 30-31)

Kemudian Firmannya:

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” [Al-Israa : 32]

Mereka akan lupa bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallam menyampaiakan bahwa seorang pemuda yang sudah mampu untuk menikah maka mereka diperintahkan untuk menikah kerena itu bisa menjaga pandangan dan kemaluannya, jika tidak mampu maka hendaknya berpuasa karena puasa itu bisa menjadi perisai bagi kita sebagaimana banyak diperbincangkan tentang hadits yang menjelaskannya dan berbagai dalil yang mendukung dilarangnya berpacaran sebelum menikah (kalo udah nikah mah bebas katanya).

Oleh karena itu, bagi para pemuda dan pemudia yang semoga dirahmati Alloh Subhanahuwata’ala semoga kita selalu dalam lindungan dan naungannya sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah untuk kita lakukan. Bukan benar atau salah sekedar dalam pandangan manusia semata karena Alloh memberikan banyak keterbatasan kepada kita, maka pandanglah kebenaran dari penjelasan yang disamapaikan oleh Alloh Subhanahuwata’ala dan Rasulnya serta para sahabat dan generasi yang telah dijamin kelurusan aqidah mereka. Pacaran itu buakanlah jalan yang baik untuk kita jalani karena banyak sekali hal-hal yang pasti akan kita langgar terutama dalam hal agama kita padahal agama Islam adalah kebutuhan bagi setiap umat manusia.

Dalam agama islam, seorang pemuda atau pemudi yang ingin menikah maka ada tahapan-tahapan yang lebih baik untuk dijalani yaitu ta’aruf (bukan pacaran islami ya). Rasanya akan sangat mulia dan aman jika kita mengikuti syatiat yang benar-benar baik untuk dunia dan akhirat kita. Kita akan dijauhkan dari perbuatan keji seperti jina dan sebagainya. Seorang pemuda akan lebih bisa fokus pada prestasi dan bisa memanfaatkan masa mudanya untuk hal yang jauh lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar memikirkan ANAK ORANG YANG BELUM TENTU MENJADI ISTRINYA. Kantong kosong, pikiran pusing dan memperoleh derajat yang rendah disisi Alloh Subhanahuwata’ala.

Semoga bermanfaat tertama bagi yang masih terjerat yang namanya PACARAN.

Wallohu’alama.

About Priana Saputra

Perkenalkan Saya "Priana Saputra". Terimakasih saya ucapkan bagi sobat sekalian yang berkenan mampir ke blog sederhana ini. Harapannya, semoga apa yang saya posting dapat memberikan manfaat bagi siapapun. Jika ada yang ditanyakan atau masukkan yang sekiranya membangun, jangan sungkan untuk di sampaikan baik lewat kotak komentar maupun via FB saya. Terimakaih...
Gallery | This entry was posted in Fiqih and tagged , , . Bookmark the permalink.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s