Proses Kejadian , Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia


Setelah menikah dan berumah tangga; apabila Allah berkehendak, maka diberilah kita anugerah dan amanah yang tiada ternilai harganya yakni mempunyai keturunan. Supaya anak kita kelak menjadi shalih, dijauhkan dari godaan setan dan diberi rizki yang berlimpah; maka disunahkan setiap kita berhubungan suami-istri untuk berdo’a terlebih dahulu:

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepaka kami (anak)” (Hadis Riwayat Bukhari).

             Sungguh anak itu merupakan amanah Allah untuk kita, tapi juga sekaligus sebagai ujian. Berbahagialah mereka yang bisa memelihara, membesarkan dan mendidik anak-anaknya sehingga menjadi anak yang salih.

Proses kehidupan manusia dimulai dari sejak bertemunya sel sperma (dari laki-laki/suami) dan sel telur (dari wanita/istri) kemudia terjadi pembuahan, dan terus tubuh berkembang menjadi janin sampai waktunya dilahiran.

Secara jelas dan terinci proses kejadin menusia itu diilustrasikan dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi, di antaranya:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (QS. Ad Dahr: 2).

Kemudian surat Al Hajj: 5, Allah berfirman:

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur) maka (ketahuilah) bahwasanya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetas mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya, dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu, dan Kami tetapkan (sesudah itu) dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami ke luarkan kamu sebagai bayi, kemudain (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antaramu ada yang diwafatkan, dan (ada pula) di antaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, hingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulu telah diketahuinya…”

Berdasarkan ayat-ayat tersebut di atas maka jelaslah bahwa kejadian dan kehidupan manusia itu mengalamai tahapan atau proses yang cukup panjang, yaitu:

  1. Masa dalam kandungan.
  2. Masa bayi dan menyusui.
  3. Masa kanak-kanak/anak-anak.
  4. Masa remaja.
  5. Mada dewasa
  6. Masa setengah baya.
  7. Masa tua.

Berikut ini akan dbahas mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia beserta tugas dan kewajiban yang harus dilakukan orang tua  dalam tiap fase/tahapan tersebut; terutama sejak masa dalam kandungan sampai masa remaja.mengapa hanya sampai masa remaja? Karena tugas mendidik keluarga terutama terhadap anaknya adalah sampai akhir masa remaja atau sampai anaknya menikah. Setelah menikah maka anak tersebut otmatis harus memulai tugasnya sebagai suami/istri atau orangtua juga (setelah mereka memiliki anak), meskipun dalam hal tertentu orangtua tetap harus mendidik anaknya walaupun sudah menikah atau mempunyai keturunan (cucu).

1.  Masa dalam Rahim

Dalam hdis yang diriwyatkan oleh Bukari dan Muslim dijelaskan oleh Rasulullah mengnai tahapan penciptaan menusia dalam rahim itu, sebagai berikut;

”Sesungguhnya tiap orang di antaramu dikumpulkan pembentukan/kejadiannya dalam rahim (perut ibunya) selama empat puluh hari berupa nuthfah (air kental), kemudian menjadi segumpal darah kental selama itu pula; kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya, dan diperintahkan (menetapkan) empat perkara, (yaitu) rezekinya, ajalnya (umurnya), amalnya, dan celaka atau bagagianya (nasibnya).”

Apabila kita gambarkan dengan bagan maka proses kejadian manusia itu adalah sebagai berikut:

Dalam Surat Al Hajj Ayat 5 dijelaskan bahwa-sebelumnya manusia diciptakan dari Turaab (tanah). Nabi adam as. (sebagai manusia pertama) jelas diciptakan oleh Allah SWT langsung dari tanah (yang kemudiaan disempurnakan kejadiannya oleh Allah). Manusia-manusia berikutnya, yaitu keturunannya termasuk kita yang hidup sekarang ini serta yang hidup di masa datang sebenarnya juga diciptakan dari (saripati) tanah. Mengapa demikian? Karena air mani (sperma) itu sebenarnya merupakan saripati makanan dan minuman yang berasal dari tanaman yang tumbuh dari dalam tanah dan atau dari hewan yang makan tumbuhan yang mengandung saripati tanah. Begitu juga air yang kita minum berasal dari dalam tanah.

Allah menciptakan manusia dari (saripati) tanah, seteleh itu fase berikutnya adalah:

1)      Fase Nuthfah yaitu fase terpancarnya air mani/sperma ke dkalam vagina (rahim peremuan) kemudian terjadilah pembuahan (yaitu bertemunya sel sperma dengan sel telur). Pada fase ini sel sperma tersebut kemudian mengental.

2)      Fase Alaqah adalah fase pembentukan manusia berupa segumpal daging. Pada fase ini sudah berupa janin, dan sudah bisa diketahui (melalui peralatan misalnya USG atau Ultra Sonografi) apakah janin/bayi tersebut laki-laki atau perempuan. Pada fase inilah janin sudah sempurna dan bernyawa dengan ditiupkannya ruh oleh malaikat. Setelah itu janin tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya hingga waktunya untuk dilahirkan ke alam dunia ini. Keseluruhan fase proses kejadian manusia dari mulai pembuahan sampai dilahirkan biasanya memerlukan waktu sekitar sembilan bulan.

Berapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan suami istri selama istrinya mengandung (hamil) adalah sebagai berikut:

1)      Makan dan minumlah yang sehat dan bergizi, misalnya: Vitamin E alami (seperti gandum, biji-bijian, syur-sayuran hijau, jagung, kedelai, kuning telur, lemak susu, mentega, kacang-kacangan, kalsium, suplemen zat besi, suplemen mineral, protein, kolin (vitamin B kompleks alami, seperti kuning  telur, daging tanpa lemak, kedelai, kacang tanah, buncis, kacang polong, gandum, dan rumput laut), dan minumlah air yang bersih dan sehat sedikitnya delapan gelas setiap hari. Makanan dan minuman yang bergizi ini sangat berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

2)       Membatasi makan dan minuman tertentu, misalnya kurangi karein (misalnya cola, teh, kopi coklat) berlebihan, hindari makanan yang membuat alergi, hindari gula-gula dan antacid berlebihan, jangan mengkonsumsi produk yang mengandung sakarin, hentikan obat-obatan yang tidak perlu dan terlarang selama kehamilan.

3)      Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar. Hindari aktivitas yang tidak perlu, berat dan berlebihan. Berolahragalah yang ringan dan teratur (sesuai anjuran dokter atau ahli kesehatan) gerakan-gerakan dalam shalat ternyata sangat baik bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya serta memprelancar proess melahirkan.

4)      Jaga stabilitas emosi agar tetap tenang dan bahagia. Emosi ibu hamil, juga emosi orang-orang terdekat serta keadaan sekitarnya ternyata (sangat) memperngarui janin yang sedang dikandung. Oleh karena itu perbanyaklah zikir, membaca dan mendengar alunan ayat-ayat suci al-Qur’an, ceramah agama, serta menata suasana rumah yang kondusif. Hindari tempat dan suasana yang bising, berpolusi dan kurang/tidak sehat.

5)      Perbanyaklah beribadah dan berdoa kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dan kesehatan suupaya bayi dalam kandungan tumbuh dan berkembang dengan sehat dan sempurna, serta kelak ketika melahirkan juga diberi kekuatan, kesehatan, kemudahan dan kelancaran.

2. Masa Bayi dan Menyusui

Masa ini disebut juga sebagai Masa Radhi, berkisar antara umur 0 sampai 2 tahun dan Masa Fathim yaitu masa ketika anak disapih (dilepas dari ASI) waktu anak berumur 2 tahun.

Merupakan anugerah dan kebahagiaan yang tiada terkira ketika istri melahirkan bayinya dengan lancar dan sehat. Allah telah memberi kita anugerah yang sangat besar.

Ketika melihat atau menjenguk bayi yang baru dilahirkan kita disunnahkan untuk berdo’a:

“Aku memohon keselamatan untukku dengan berkat kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan yang membuat kebinasaan dan dari segala pandangan mata yang dengki” (HR. Bukhari dan Ibnu Abbas).

 

Masa bayi berlangsung sejak dilahirkan sampai berumur dua tahun. Pada masa bayi inilah seorang ibu dianjurkan untuk menyusui anaknya sampai genap berumur dua tahun, seperti difirmankan Allah:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyampihnya ketika (anakya) berumur dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembali” (QS. Luqman:14)

Berikut ini adalah pola umum pertumbuhan dan perkembangan dilahirkan sampai umur satu tahun beserta saran yang sebaiknya dilakukan oleh orangtuanya; terutama ibunya:

  1. Umur 0-1 bulan:

Tidur sepanjang hari (kecuali ketika menyusui). Menggeliat-geliat bila mendengar suara ribut. Bila ada yang menyentuh pipinya, mulutnya akan bergeraka seperti sedang menyusu. Pada masa ini jangan biaran bayi kedinginan.

  1. Umur 1-2 bulan:

Lebih sering terjaga. Mulai dapat mendesis. Mulai dapat melihat benda sekeliling. Pada masa ini mulailah mencoba membiasakan bayi dengan udara di luar rumah.

  1. Umur 2-3 bulan:

Bila dibawa ke luar rumah, bayi menggerak-gerakkan mata. Mulai dapat mengedip-ngedipkan mata. Ada bayi yang muai dapat mengangkat badannya bila ditidurkan tengkurap. Pada masa ini ibu jangan terlalu memagang si bayi, biarkan dia bergerak sendiri.

  1. Umur 3-4 bulan:

Tertawa dan mendesis bila seorang berbicara kepadanya. Mulai menghisap jari-jarinya. Mulai nampak lucu, seprti maubergurau. Mulai dapat mengangkat kepala sedikit lebih tinggi hentikan pemberian susu di waktu malam, mulailah memberikan susu secara teratur.

  1. Umur 4-5 bulan:

Mulai dapat memegang. Mulai dapat mengenal ibu sendiri daripada orang lain. Mulai dapat tengkurap.

  1. Umur 5-6 bulan:

Memasukkan apa saja dalam mulut. Melonjak-lonjak bila digendong atau dipangku. Dapat mengubah sendiri posisi tidur. Mulai mengenal orang. Pada masa ini jauhkan barang barang berbahaya yang dapat dijangkau bayi.

  1. Umur 6-7 bulan:

Mulai dapat berdiri sejenak. Dapat memndahkan mainan dari tangan yang satu ke tangan lain. Menggeliat kegitangna bila igelitik. Pada masa ini kekebalan yang dimiliki sejak lahir mulai berkurang. Hari-hati terhadap penyakit anak-anak sampai tumbuh bayi sudah mulai kebal bila sudah diberi imunisasi.

  1. Umur 7-8 bulan:

Gigi mulai tumbuh. Memberi reaksi bila namanya dipanggil. Mulai dapat memegang mainan dengan kedua tangannya. Sediakan makanan untuk disuapkan dua kali sehari.

  1. Umur 8-9 bulan:

Ada bayi yang sudah mulai dapat merangkak. Mulai dapat mengerti belaian orang. Mulai dapat meniru orang. Bla bayi mulai dapat merangkak, hati-hati supaya bayi jangan sampai mendekati tempat berbahaya, seperti dapur, tangga, dan sebagainya.

  1. Umur 9-10 bulan:

Dapat merangkak lebih mantap dan kuat. Ada bayi yang mulai dapat berdiri dengan pegangan. Suka memegang sendiri makanan seperti biskuit, dan sejenisnya. Pada masa inilah saat terbaik untuk latihan menggunakan toilet.

  1. Umur 10-11 bulan:

Dapat berdiri tegak dengan pegangan. Ada bayi yang mulai dapat berjalan dengan pegangan mulai dapat mengucapkan kata-kata papa-mama atau ayah-ibu, dan lain-lain. Orang tua agar berhati-hati karena pada masa ini anak mulai banyak bergerak ke sana ke mari.

  1. Umur 11-12 bulan:

Mulai suka akan udara di luar rumah. Ada bayi yang mulai mengucapkan kalimat pendek. Mulai dapat meniru geraka-gerik orang dewasa. Pada masa ini kenalkan bayi dengan kata-kata atau kalimat yang baik (kalima thayibah) dan nama-nama benda sekitar. Mulai pula menyuapkan nasi secara teratur tig kali sehari coba biarkan makan sendiri.

Berikutnya adalah pertumbuhan, perkembangna dan kemampuan-kemampuan yang (harus) dimiliki oleh bayi atau anka yang berumur satu sampai dua tahu, beserta saran bagi orangtua.

  1. Gerakan Jasmai Kasar

Berjalan sendiri, berjalan mundur, mengambil alat permainan dari lantai tanpa jatuh, menari dan mendorong alat permainan, duduk sendiri, naik dan turun tangga dengan pertolongan. Perkenalkan anak dengan permainan dan lagu-lagu yang Islami dan mendidik.

 

  1. Gerakan Jasmani Halus

Menggunakan benda, memasukkan benda ke dalam lubang, membuka-buka lembaran, mencoret-coret, menarik memutar, dan mendorong benda-benda, melempar-lempar, menggambar dengan gerkan tangan yang menyerluruh, menggeser tangan, membuat garis yang besar. Kenalkan anak dengan buku-buku Islam yang bergambar dan berwarna-warni, beri anak pensil, pensil warna atau spidol beserta kertas untuk menggambar, serta berikan permainan yang kreatif.

  1. Komunikasi Pasif

Memberikan reaksi yang tepat kalau ditanya, “dimana?” mengerti arti kata “di dalam, di bawah”, menjalankan perintah untuk membawa benda yang sudah dikenalnya dari ruangan lain, mengerti kalimat sederhana yang teridiri dari paling banyak dua kata saja, dan mengerti dua perintah sederhana yaang saling berhubungan. Kenalkan dan biasakan untuk mengucapkan kata-kata/kalimat-kalimat yang baik serta sopan. Beri tempat bermain yag leluasa dan aman.

  1. Komunikasi Aktif

Mengucapkan kata mempunyai arti, menggunakan perkataan yang disukai bila meminta sesuatu, mengucapkan kata-kata tunggal secara berurutan untuk menceritakan suatu kejadian, menyebut diri sendiri dengan nama, dapat menyatakan hak milik/kepunyaan untuk menunjukkan pada benda miliknya, menambah perbendaharan kata (sebanyak lebih kurang 50 kata). Berikan cerita-cerita yang baik dengan kata-kata yang sederhana.

  1. Kecerdasan

Menirukan kata-kata dan perbuatan orang dewasa, bereaksi terhadap perkataan dan perintah, mampu menyamakan atau memasangkan benda yang serupa, melihat buku gambar dengan orang dewasa, mengetahui makna dan penggunaan kata “kamu dan saya/aku”, kemampuan untuk memperhatikan (berkonsentrasi) masih terbatas, belajar melalui eksplorasi (pengamatan tiap bagian). Pada masa ini berilah contoh kalimat dan perbuatan yang baik, beri permainan yang reatif dan rekreatif serta edukatif, beri buku-buku yang bermutu, mendidik, dan Islami.

  1. Menolong Diri Sendiri

Bisa memakai sendok tapi masih tumpah, minum dari cangkir dipegang dengan satu tangan tanpa dibantu; membuka sepatu, kaos kaki, celana, baju dan kaos; membuka dan menutup resluiting yang besar, bisa mengatakan kalau ingin ke belakang atau kamar kecil. Masa ini, latihan anak untuk mengerjakan sendiri apa yang bisa dilakukan.

  1. Tingka laku Sosial

Mengenal diri sendiri di cermin, gambar, atau foto; menyebut diri dengan nama, mengerti penghargaan/pujian, bermain sendiri/memulai permainannya sendiri, meniru tingkah laku orang dewasa dalam bermain, membantu membereskan/menimpan benda-benda. Berilah permainan yang kreatif, mendidik dan Islami. Perkenalan anak dengan anggota keluarga atau kerabat terdekat.

3. Masa Anak-anak/kanak-kanak

Masa ini disebut juga sebagai masa Shabi, berlangsung dari anak berumur 2 tahun sampai dengan 12 tahun. Pada masa inilah anak mulai lebih mengenal keadaan lingkungan sekitarnya, bermain, sekolah di playgroup, Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar sampai tamat.

Pada masa ini fisik anak tumbuh dengan pesat, begitu juga psikisnya. Peran orangtua dan keluarga sangat penting dalam masa ini, karena merupakan masa pembentukan pribadi dan karakter anak, serta masa untuk mulai mandiri, berprakarsa (berkehendak sendiri) dan menyelesaikan tugas.

Masa ini pula yang dalam psikologi perkembangan disebut sebagai “masa peka” yakni saat yang tepat anak dengan mudah untuk mempelajari segala sesuatu. Pada masa ini anak dengan mudah dan cepat mempelajari, mengingat dan menguasai segala sesuatu; baik hafalan, hitungan, atau apapun. Oleh karena itu masa ini harus dipergunakan sebaik-baiknya agar anak belajar  dengan efektif, karena kalau  sudah terlewati/terlambat akan sukar untuk mengulangnya kembali.

Namun pada masa ini pula mulai timbul “masa membangkang” (trotz alter) yakni masa ketika anak mulai menyadari dengan keinginannya. Di lain bidang; anak sudah bertambah tingkat sosialisasinya. Ini ditandai dengan lebih mengenal lingkungan sekitarnya (tetangga dan masyaratat sekitarnya) juga teman-teman sepermainannya bertambah banyal. Kewajiban orangtalah untuk mengetahui siapa saja temannya dan bagaimana pergaulannya.

Berikut ini adalah ciri-ciri perkembangan masa anak-anak/kanak-kanak:

a.  Masa Anak Pra Sekolah (2-6 tahun):

1)      Ingin berkembang menjadi independen, mandiri, dan tidak ingin ditolong.

2)      Mulai memasuki lingkurngan di luar rumah.

3)      Proses persiapan memasuki sekolah dasar.

4)      Terjadi perkembangan sikap sosial sebgai bekal pergaulan.

5)      Ada keinginan kuat untuk mengetahui “rahasia alam” dan kehidupan, sehingga anak sulit disuruh diam, dia ingin tahu terus dan mempelajari segala sesuatu yang baru.

6)      Selaras dengan perkembangan “akunya” yang muai menonjol maka pada masa ini anak sukar diatur, menentang orangtua dan tidak penurut.

7)      Suka bermain di tempat yang becek, sehingga tubuh dan pakaiannya sering kotor.

Masa ini ditandai pula dengan perilaku anak suka berkumpul/berkelompok, menjelajah, bertanya, dan meniru. Bagi orangtua masa ini adalah masa usia sulit dan masa usia bermain.

b.  Masa Anak Sekolah Dasar:

b.1 Masa Anak Usia 6-9 tahun:

1)      Ada kecenderungan memuji diri sendiri.

2)      Kalau tiak dapat menyelasaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.

3)      Pada masa ini anak menghendaki (angka) rapot yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantasdiberi nilai baik atau tidak.

b.2 Masa Anak Usia 9-12 tahun:

1)      Dalam bermain mempunyai peraturan tersendiri.

2)      Sangat ralistis, ingin tahu, dan ingin belajar.

3)      Minat tertuju pada kehidupan praktis konkrit sehari-hari

4)      Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada mata pelajaran.

Pada masa sekolah dasar ini ditandai juga sebagai masa berkelompok dan masa penyesuaian diri. Bagi orangtua usia ini sebagai masa sulit; karena pendapat kelompok lebih diikuti daripada pendapat orangtua. Selain itu anak suka berpakaian dan bermain tak rap, serta suka bertengkar.

Sedangkan bagi pendidik masa usia tersebut merupakan periode kritis; karena dalam dorongan berprestsi anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses, atau sangat sukses. Sekali terbentuk kebiasaan, maka cenderung akan menerap sampai dewasa.

Ada  beberapa perkembangan berupa kemampuan, kecakapan dan keterampilan yang harus dimiliki pada masa anak-anak/kanak-kanak, yaitu

1)  Belajar tentang keterampilan jasmani yang diperlukan dalam permainan yang ringan atau mudah.

2) Membentuk sikap-sikap sehat terhadap dirinya demi kepentingan organismenya yang sedang tumbuh.

3)  Belajar untuk bergaul dan bermain bersama dengan teman seusianya.

4) Belajar menyesuaikan keterampilan-keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.

5)  Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.

6) Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukna dalam kehidupan sehari-hari.

7) Mengembangkan kata hati, moral dan ukuran nilai-nilai dalam kehidupan. Dan

8) Mengembangkan sikap-sikap dalam memandang kelompok sosial danlembaga masyarakat.

Peran pendidikan agama Islam sangat penting, pada masa ini (sekitar umur 2-3 tahun) anak sudah mulai dipisah tempat tidurnya dari kamar orangtuanya. Setelah itu dikenalkan ucapan, sifat dan perbuatan apa saja yang baik dan apa saja yang buru. Kemudian anak juga dilatih untuk melaksanakan tatacara serta kewajiban dalam Islam; misalnya shalat, shaum, membaca Al-Qur’an, azan, iqamat, dan sebagainya.

Alangkah baiknya apabila anak selain bersekolah di sekolah umum juga disekolahkan di sekolah agama secara khusus, misalnya di TK Al-Qur’an, Madrasah Dhiniyyah, ataupun les privat agama Islam di ruman.

4.   Masa Remaja

Masa remaja disebut juga Masa Ghulam. Masa remaja adalah masa peralihan (transisi) dari masa anak-anak ke masa dewasa. Secara fisik mungkin sudah menyerupai dewasa, tapi secara psikis ia belumlah dewasa. Masa remaja ini berkisar antara umur 12 tahun sampai 20 tahun.

Masa remaja ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang sangat pesat, diikuti oleh perubahan-perubahan yang has misalnya perubahan suara, tumbuhnya bulu pada bagian tubuh tertentu, tumbuhnya jakun (pada pria), mulai membesarnya organ tubuh tertentu (pada wanita), serta berfungsinya organ-organ seksual; baik pada pria maupun wanita.

Masa remaja juga ditandai dengan tidak/belum stabilnya emosi. Ahli ilmu jiwa menamakannya sebagai masa “ambivalensi” (kegamangan/kebimbangan), ada juga yang menamkannya sebagai masa “storm and drung”. Masa remaja juga dikenal sebagai masa pencarian jati diri.

Pada masa ini terjadi pencarian dan pembentukan karekter, untuk itu seringkali remaja bersifat mencoba hal-hal baru dan meniru perilaku orang-orang yang diidolakannya. Beruntunglah apabila yang dicoba atau ditirunya itu bersifat positif; kalau negatif bagaimana? Kitaprihatin dengan terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja misalnya perkelahian, tindak kriminal, penyalahgunaan narkotika dan terlarang, pelecehan seksual dan pergaulan bebas, dan lain sebagainya. Di sinilah peran orangtua, pendidik dan pemeritah menjadi sangat penting agar remaja tidak terjerumus dalam perbuatan yang negatif, tetapi justru harus menjadi remaja yang shalih cerdas dan berakhlak mulia.

Remaja kadang sukar dimengerti. Ada remaja yang kelihatannya nakal, tapi sebenarnya ia menutupi kelemahannya misalnya yang kelihatannya pendiam, namun di dalam hatinya menyimpan seribu satu masalah yang suatu saat bisa “meledak” (marah besar) tanpa diduga sebelumnya atau reaksi pasifnya menjadi tak sadarkan diri/pingsan. Di balik semua itu sebenarnya remaja memiliki sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi di anaranya perhatian dan kasih sayangnya.

Remaja memiliki tujuh kebutuhan utama, yaitu:

1)      Kebutuhan akan kasih sayang.

2)      Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok.

3)      Kebutuhan berdiri sendiri/mandiri.

4)      Kebutuhan untuk berprestasi.

5)      Kebutuhan akan pengakuan dari orang lain.

6)      Kebutuhan untuk dihargai.

7)      Kebutuhan untuk memperoleh fasilitas hidup.

Dengan kebutuhan remaja yang begitu cukup banyak sudah seharusnyalah orangtua memperhatikan, membimbing, membina dan mendidik putra-putrinya agar mereka tumbuh dan berkembang sebagaaimana mestinya sesuai fitrah dan kodratnya.

Tentu melalui pendidikan agama Islam yang intensif dan kreatif.

Ada beberapa saran atau nasihat dari Prof. Dr. Zakiyah Darajat (ahli ilmu jiwa ternama di Indonesia) sehubungan dengan pembinaan dan pendidikan terhadap remaja, yaitu:

1)      Tunjukkan pengertian dan perhatian terhadap mereka.

2)      Bantulah remaja untuk mendapatkan rasa aman.

3)      Timbulkan pada remaja bahwa dia disayang.

4)      Hargai dan hormati mereka.

5)      Berilah remaja kebebasan dalam batas-batas tertentu (kebebasan yang tidak melanggar norma-norma agama).

6)      Timbulkan pada remaja rasa butuh akan agama.

7)      Sediakan waktu dan sarana untuk berkonsultasi dengan mereka.

8)      Usahakan agar mereka merasa berhasil.

Semoga dengan kedelapan saran tersebut akan membantu para orangtua dalam mendidik dan membimbing para putra dann putrinya sehingga mereka menjadi generasi yang cerdas, shalih dan kreatif.

5.      Masa Dewasa

Masa ini disebut juga sebagai Masa Syab, berkisar antara umur 21 sampai 40 tahun. Pada awalmasa ini sebenarnya, baik pria maupun wanita, sudah layak untuk menikah; dengan syarat apabia sudah mampu dalam hal fisik, psikis dan materi. Namun apabla belum mampu maka diperbolehkan untuk menundanya, tapi usahakan jangan melebihi umur 25 tahun bagi wanita dan 30 tahun bagi pria. Masalahnya apabila melebihi umur tersebut dikhawatirkan kemampuan fisik dan psikisnya sudah menurun.

Pada masa dewa ini –diharapkan- sudah tercapai kematangan dan keseimbangan dalam hal fisik, psikis, pemikiran/cara berpikir, tingkah laku dan hubungan sosial. Ada tiga ciri utama manusia yang sudah dewasa; yaitu matang (secara fisik dan psikisnya) mandiri (tidak bergantung kepada orang laon) dan bertanggungjawab dalam hal apapun yang dilakuannya.

Selain itu ada beberapa kemampuan atau hal-hal yang sudah seharusnya dimiliki dan dilakukan oleh orang dewasa, yaitu:

1)      Memiliki teman bergaul.

2)      Belajar hidup bersama dengan suami/istri.

3)      Mulai hidup dalam keluarga.

4)      Belajar mengasuh anak-anak.

5)      Mengelola rumah-tangga.

6)      Mulai bekerja dalam suatu jabatan.

7)      Mulai bertanggung jawab sebagai warganegara secara layak.

8)      Memperoleh kelompok sosial yang sesuai dengan nilai-nilai pemahamannya.

Apabila kita perhatikan kedelapan kemampuan tersebut hampir seluruhnya merupakan tugas dan kewajiban sebagai orangtua dalam keluarga yang akan dibahas panjang lebar pada sub bab mendatang.

 6.      Masa Setengah Baya

Masa ini disebut juga sebagai masa kahl. Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan yang sebenarnya dimulai setelah berumur 40 tahun. Itu berarti berlangsung pada masa setengah baya ini; karena masa setengah baya dimulai dari umur 40 tahun sampai 60 tahun.

Anggapan tersebut mungkin berhubungan dengan usia rata-rata atau kebanyakan manusia pilihan Allah yang diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Termasuk juga Muhammad SAW. diangkat menjadi nabi dan Rasul ketika beliau berusia 40 tahun. Sejak itu beliau menunaikan tugas kerasulannya sampai beliau wafat pada usia 63 tahun.

Pada masa ini keseluruhan aspek pribadi manusia berikut pengalaman hidupnya-dianggap-sudah matang; oleh karena itu pantas apabila para nabi dan rasul diangkat pada masa usia tersebut; dengan maksud supaya lebih siap dalam mengemban tugas kerasulan serta menghadapi umatnya.

Pada masa setengah baya ini sudah seharusnya lebih memperhatikan teradap peningkatan kualitas diri dan kualitas pengalaman ajaran agama Islam (lebih tekun beribadah, bertaubat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.) tentu saja dengan memperhatikan pada berpartisipasi aktif terhadap keluarga serta masyarakat sekitar.

Kita harus mengupayakan umur dan diri kita ini bermanfaat bukan hanya bagi diri kita sendiri dan keluarga; tapi juga bagi masyarkat sekitar. Rasululah bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat terhadap (masyarakat) sekitarnya”.

Mempunyai umur lebih dari 40 tahun sebenarnya merupakan anugerah dari Allah. Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman, “Apabila hamba-Ku mencapai umur 40 tahun, maka Aku selamatkan dia dari tiga bala’ (cobaan) yaitu gila, lepra, dan kusta. Apabila ia mencapai umur 50 tahun, maka aku timbang dengan timbangan secara mudah. Apabila ia mencapai umur 60 tahun maka Aku beri kesukaan untuk kembali (bertaubat)” (HR. Turmudzi dari Usman bin Affan).

7.      Masa Tua

Masa tua berlangsung di atas umur 60 tahun. Masa ini sebut juga sebagai masa Syaikh. Mengalami dan menjalani masa tua termasuk jarang, karena rata-rata umur mannusia (terutama pada sekarang ini) adalah 60 tahun. Rasulullah SAW. sendiri wafat pada usia 63 tahun, ini berarti masih pada rata-rata umur manusia pada umumnya. Oleh karena itu apabila ada yang umurnya di atas 60 tahun, misalnya di atas 70, 80, 90 atau 100 tahun; itu berarti suatu keistimewaan yang diberikan Allah kepadanya.

Mempunyai umur diatas 60 tahun adalah suatu anugerah tapi sekaligus juga suatu cobaan. Maksudnya apakah bisa menjalaninya dengan sabar dan benar, atau tidak? Berbahagialah mereka yang diberi umur panjang (di atas 60 tahun) dan bisa menjalaninya dengan benar serta sabar. Tapi alangkah ruginya yang diberi umur panjang, tapi tidak menggunakannya dengan benar dan sabar.

Mengapa masa tua harus dijalani dengan benar dan sabar? Karena pada masa ini kondisi fisik dan psikis sudah menurun; konsentrasi menurun pula. Malah semakin tua semakin pikun dan keadaannya menjadi seperti anak kecil lagi.

Keadaan masa tua digambarkan dalam Al-Qur’an dan hadis qudsi, antra lain sebagai berikut:

“..dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya…” (QS. Al Hajj:5).

“Apabila ia (manusia) mencapai umur 70 tahun, maka aku senangkan ia kepada malaikat. Apabila ia mencapai 80 tahun, kebaikan-kebaikannya Aku tulis, dan keburukan-keburukannya Aku lemparkan. Apabila ia mencapai umur 90 tahun, maka malaikat berkata, “Tawanan Allah di bumi”, maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan yang akan datang serta diberinya syafaat. Apabila ia mencapai sehina-hina umur maka Allah menulis untuknya seperti kebaikan yang telah di kerjakannya. Jika ia berbuat buruk maka keburukan itu tidak ditulis” (HR. Turmudzi dari Usman bin Affan).

 

Adapun kewajiban keluarga yang memiliki orang tua yang sudah berusia lanjut adalah memelihara dan menjaganya dengan baik serta bersikap sopan-santun dan lemah-lembut kepada mereka. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah, di antaranya:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendakah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanyaatau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkatan yang mulia” (QS. Al Isra:23).

 “Peliharalah kasih-sayang orangtuamu, janganlah engkau putuskan. Jika engkau putuskan, maka Alllah memadamkan cahayamu” (HR Bukhari).

 Maksud hadis di atas adalah berbuat baik kepada kedua orangtua itu diwajibkan oleh Allah SWT. kepada setiap manusia, dan barang siapa tidak mengacuhkan orangtuanya (putus hubungan) maka di kemudian hari Allah SWT. menghapuskan cahaya dari mereka atau mereka tidak dapat petunjuk dan tidak mendapat  pertolongan Allah SWT.

“Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak-cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhny aku termasu orang-orang muslim” (QS. Al Ahqaf: 15).

About Priana Saputra

Perkenalkan Saya "Priana Saputra". Terimakasih saya ucapkan bagi sobat sekalian yang berkenan mampir ke blog sederhana ini. Harapannya, semoga apa yang saya posting dapat memberikan manfaat bagi siapapun. Jika ada yang ditanyakan atau masukkan yang sekiranya membangun, jangan sungkan untuk di sampaikan baik lewat kotak komentar maupun via FB saya. Terimakaih...
Gallery | This entry was posted in Fiqih and tagged . Bookmark the permalink.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s