Kenapa Wanita Harus Berhijab


hijab syar'ipostingan kali ini didasari oleh sebuah keluhan yang saya dapatkan dari artikel yang dibuat seorang ikhwan yang menyebutkan dalam tulisannya, bahwa ia sangat merasa tersiksa dengan keadaan wanita pada hari ini. Anda tahu kenapa? Sebagaimana kita tahu bahwa Alloh Subhanahuwta’ala telah menganugerahkan kita keinginan terhadap lawan jenis, lantas bagaimana jika keinginan itu muncul jika tidak pada saat nya? bagaimana tidak wanita pada hari mereka tidak perduli dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Penciptanya. Sungguh para lelaki tersiksa dengan hal itu, dengarlah para wanita yang kalian dalam Islam telah dimuliakan denga syariatnya. Kami tersiksa karena yang kalian lakukan dengan membuka aurat sembarangan adalah dosa bagi kami jika melihatnya, dan disetiap tempat pada hari ini bukan hal yang langka para perempuan membuka kerudung-kerudung mereka, menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. tidak kah kalian tau itu adalah haram bagi kami”

begitulah kira-kira yang dikatakanya (yang sebenarnya ia menjelaskan sangat panjang lebar tapi hanya maknanya saja yang dapat saya tulis). langsung aja ya kita masuk pada materi berikut:

Kena Wanita Harus Berhijab? Sebuah pertanyaan penting, namun jawabannya lebih penting. Akan tetapi pertanyaan di atas membutuhkan jawaban  yang sangat panjang, di sini saya akan sebutkan sebagian dari jawaban tersebut,

Pertama: Karena berhijab merupakan ketaantan kepada Alloh dan RasulNya, dan ketaatan tersebut akan menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat, juga kesuksesan besar yang tiada tandingannya. Maka seseorang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum mampu melaksanakan perintah Alloh dan RasulNya, serta berusaha merealisasikan semua perintah-perintah tersebut.

Alloh k berfirman:

“Dan barangsiapa menaati Alloh dan RasulNya, maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71).

Rasululloh n bersabda,

Sungguh akan merasakan manisnya iman seseorang yang telah rela Alloh sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul (yang diutus Alloh).” (HR. Muslim).

Kedua: Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Alloh dan RasulNya sebagaimana Firman Alloh Subhanahuwata’ala ,

Dan barang siapa mendurhakai Alloh dan RasulNya, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Al Ahzab: 36).

Nabi n bersabda,

“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat).” (Muttafaq alaih).

Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh telah nyata-nyata menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketiga: Sesungguhnya Alloh memerintahkan hijab agar berbagai macam fitnah lenyap, sehingga masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya apabila suatu masyarakat dihuni oleh wanita yang tabarruj atau pamer aurat dan keindahan tubuh sangat rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejola syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.

Keempat: Tidak berhijab dan pamer perhiasan bagi seorang wanita di hadapan kaum laki-laki bukan mahram, hanya akan mengundang kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan, maka mereka akan dengan ganas dan seram memangsa laksana singa sedang kelaparan.

Penyair berkata,

“Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam, disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.”

Kelima: Jika seorang wanita Muslimah menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu dan aku buka milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Alloh bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan terhormat jauh dibanding mereka.”

index.jpeg

Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba yang secara tidak langsung ia berkat, “Silahkan Anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau kan ada orang yang berseloloh “aduhai betapa cantiknya dia”? Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya sehingga membuat laki-laki terfitnah.

Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa sitiap laki-laki yang melihat menundukkan pandangan dan bersikap hormat, serta mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas, dan sejati, sebagaimana Firman Alloh Subhanahuwata’ala ,

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Al Ahzab: 59)

Adapun wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta kecantikan parasnya laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Sehingga mereka menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan, dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehinaan dan bahan olok-olokan.

Pembahasan dalam masalah ini cukup luas amun kondisi tidak memungkinkan untuk membahas secara panjag lebar, maka cukup sekian.

Sekarang tiba saatnya membahas tentang kriteria hijab yang sesuai dengan syariat Islam yang wajib dipenuhi oleh setiap wanita Muslimah.

Pertama: hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, karena Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Imam Al-Allamah al-Qurthubi al-Maliki berkata, “Kebiasaan kaum wanita bangsa Arab pada zaman jahiliyah berbicara bebas dan membuka wajah, maka alloh memerintahkan RasulNya agar kaum wanita mengenakan jilbab ketika keluar untuk suat kebutuhan. Yang dimaksud dengan menjulurkan jilbab adalah menutup wajah berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Rad. Bahwa beliau berkata, ‘Aloh memerintahkan kaum wanita yang beriman bila ingin keluar rumah untuk suat ieperluan, maka hendkanya menutup wajah dari atas kepala dengan kain jilbab’.”

Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Wanita adalah aurat.” (HR. at-Tirmidzi).

Para ulama telah sepakat bahwa haram bagi seorang wanita membuka wajah di depan kaum laki-laki yang bukan mahram, apalagi ketika khawatir timbul fitnah atau banyak kejahatan. Hal tersebut dituturkan oleh al-Allamah Ibnu Abidin al Hanafi, ad-dasuqi al-Maliki, Imam Haramain asy-Syafi’I, dan Ibnu Qudamah al-Hanbali. Dan para ulama dari kalangan Madzhab asy-Syafi’I menyatakan bahwa tidak aman dair fitnah wanita kecuali Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallamyang ma’shum.

Kedua: Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki yang bukan mahram. Untuk itu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak (tembus pandang) yang menampakkan warna kulit tubuh.
  2. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
  3. Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.
  4. Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombingan, karena Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa mengenakan pakaian kesombongan di dunia, maka Alloh akan mengenakanp akaian kehinaan nanti pada Hari Kiamat kemudian Dia membakarkan api padanya.” (HR. Abu Dawud danIbnu Majah, dan hadits ini hasan).

  1. Hendaknya hijab tersebut tidak terkena bau parfum atau wewangian berdasarkan hadits dari Abu Musa al-Asy’ari, beliau berkata, bahwa Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’I, dan at-Tirmidzi, dan haditz ini hasan).

 

Ketiga: hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian kaum laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasululloh Sholallohu’alaihi wasallambersabda,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”  (HR. Ahmad dan Abu dawud).

“Rasululloh mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk wanita yang mengenakan pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah, dan hadits ini shahih).

Catatan:

Penutup muka terbuat dari kain yang berwarna hitam dan tipis yang memiliki lubang kecil sekali cukup bagi wanita untuk melihat jalan. Dan orang lain tidak mampu melihat wajahnya.

Atau dengan mengenakan aba’ah yaitu jilbab yang menutup wajah dengan menampakkan mata sebelah kiri agar seorang wanita mampu melihat jalan. Atau dengan mengenakan burqu’ yaitu penutup wajah yang memiliki dua lubang kecil selebar mata agar seorang wanita mampu melihat jalan.

Atau dengna mengenakan qina’ (Semacam topeng) yaitu kain yang diguankan siorang untuk menutup wajahnya dari atas hidungnya sehingga hanya nampak kedua matanya saja seperti seorang laki-laki yang mengenakankain penutup muka.

Banyak kaum wanita yang tidak mengerti kenapa Islam menyuruh seorang wanita untuk mengenakan hijab di depan kaum laki-laki yang bukan mahram, bahkan di antara mereka ada yang mengenakan hijab hanya berangka dari kebiasaan dan adat belaka, serta tidak bertujuan untuk menegakkan perintah Alloh dan RasulNya, agar seorang wanita menutup anggota tubuh yang memfitnah kaum laki-laki. Sehingga mereka pelan-pelan mulai mempermainkan hijab dengan memperbesar lubang yang di mata bahka nyaris seperti tidak mengenakan cadar. Bahka di antara mereka melakukan hal itu semata-mata untuk menarik perhatian dan mengundang fitnah. Terkadang cadar tersebut dibuka sedikit demi sedikit hingga hampir seluruh wajahnya terbuka dan akhirnya terbiasa membuka sebagian rambutnya kemudan sebagian tengkuknya lalu semua lehernya.

Terkadang lubang burqu’ diperlebar hingga pangkal hidung dan semua bentuk mata serta sebagian pipi terlihat bahkan sebagian dahi nampak. Sehingga lebih mengundang fitnah dan penasaran kaum laki-laki meskipun pada kenyataannya wanita tersebut tidak cantik.

Syar'i

Wajib bagia kaum wanita berhati-hati dan tidak menganggap remeh masalah ini, karena sikap seperti ini akan menimbulkan bahaya dan fitnah yang lebih besar.

Semoga Alloh memberi kita taufik dan hidayah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai, dan semoga menjaukan kita dari seluruh macam kejahatan dan kekejian, baik yang tersembunyi maupun yang nampak, serta selalu menambah kepada kita semua pemahaman dalam urusan agama.

Kita memohon kepada Alloh agar menjadikan kegembiraan dan kesengangan kita serta kesuksesan besar kita nanti pada Hari Kiamat. Dan semoga Alloh menjadikan kita semua orang-orang yang meraih surga penuh kenikmatan.

Semoga Alloh memberkahi kalian dalam keadaan senang dan susah, dan semoga senantiasa mengumpulkan kalian di atas kebaikan.

Wassalamu’alaikum wa Rahmatulloh wa Barkatuh.

Sumber:

Ahmad bin Abdul Aziz al-Hamdan dalam bukunya Jawaj Mubarak

Penerjemah : Zainal Abidin Syamsuddin, Lc.

Peneribit: Darul Haq

About these ads

About Priana Saputra

Perkenalkan Saya "Priana Saputra". Terimakasih saya ucapkan bagi sobat sekalian yang berkenan mampir ke blog sederhana ini. Harapannya, semoga apa yang saya posting dapat memberikan manfaat bagi siapapun. Jika ada yang ditanyakan atau masukkan yang sekiranya membangun, jangan sungkan untuk di sampaikan baik lewat kotak komentar maupun via FB saya. Terimakaih...
Gallery | This entry was posted in Fiqih, Syari'at and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s